Home / DAERAH / PRABUMULIH / “Byar Pet” Akibat Angin Kencang dan Hujan

“Byar Pet” Akibat Angin Kencang dan Hujan

Prabumulih,  Pelita Sumsel – Angin kencang yang  disertai hujan deras, pada (13/03) malam ,menyebabkan sejumlah fasilitas jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di wilayah Prabumulih Sumatera Selatan rusak dan putus.

Bahkan selain banyak merontokkan jaringan kabel, tumbangnya puluhan pohon akibat diterjang angin badai juga menyebabkan beberapa fasilitas tiang PLN patah dan roboh. Akibatnya  puluhan ribu rumah pelanggan PLN  mengalami “Byar Pet” atau mati lampu.

“Di segala penjuru jaringan putus, dan beberapa tiang patah akibat ditimpa batang pohon yang roboh dihantam badai malam tadi,” ungkap Kepala ULP Prabumulih, Sumardi melalui pesan WhatsApp (WA-nya), Kamis (14/03/2019).

Dikatakan Sumardi, pihaknya sampai hari ini masih melakukan perbaikan agar semua jaringan pelanggan kembali normal.

“Sampe sekarang sebagian masih padam karna terkendala SDM yang sudah keletihan. Kami masih berusaha untuk mengkaper semua pelanggan agar hari ini bisa normal kembali,” terang Sumardi.

Masih ada beberapa wilayah yang masih mengalami pemadaman, jelasnya sampai hari ini dan akan segera diperbaiki. Diantaranya, ia sebutkan mulai dari wilayah Rumah Makan Siang Malam hingga Pangkul-Sindur, serta Sugiwaras dan Negeri Agung Muara Enim.

“Sindur Kecamatan Cambai masih lagi dikerjakan, Sugiwaras sebagian sudah hidup jam 5 subuh tadi. Dari rumah makan siang malam hingga Pangkul juga belum hidup, sekarang lagi dikerjakan tim . Kemudian Negeri Agung sampai ujung masih belum hidup, karena tiang patah ditimpa pohon roboh,” jelas Sumardi.

Disinggung berapa kerugian yang dialami PLN akibat kejadian tersebut, disebutkan Sumardi, pihaknya masih belum menghitungnya dan masih fokus melakukan perbaikan di sejumlah titik jaringan.

“Belum dikonfirmasi ke Spv teknik. Sampai sekarang beliau masih di lapangan,” tandasnya.
Pantauan di lapangan beberapa pelanggan berharap pihak PLN Prabumulih bisa segera memerbaiki fasilitas jaringan yang rusak karena menggangu aktivitas warga hingga sekarang.

“Khususnya kami yang tinggal di Gunung Ibul (GI) ini, walau sudah hidup dari pagi tadi. Tapi mati lampu masih sering terjadi, walau durasinya tak lama tapi sangat menggangu dan bisa merusak barang-barang elektronik seperti TV, Komputer dan peralatan lainnya,” keluh Agus (35), salah satu warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan GI, Kecamatan Prabumulih Timur kepada media ini, pada Kamis siang (14/03) .(EvJ)

 

Bagikan Ini Di :