Home / DAERAH / OKU RAYA / OKU TIMUR / Penyakit Kuning Hingga Hama, Cemaskan Petadi Padi
Petani Padi saat menunjukkan tanaman padi yang saat ini sudah mulai berisi

Penyakit Kuning Hingga Hama, Cemaskan Petadi Padi

OKU Timur, Pelita Sumsel – Petani padi tadah hujan di Kecamatan Buay Pemuka Peliung saat ini mengaku resah dan khawatir dengan kondisi yang mereka alami saat ini.

Pasalnya tanaman padi mereka saat ini dihadapkan dengan berbagai hama dan penyakit. Diantaranya hama tikus yang memakan buah serta batang, ditambah lagi penyakit kerdil, penyakit kuning serta ancaman dari serangan burung emprit pemakan buah padi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan petani yang dapat mengakibatkan hasil panen turun anjlok.

Musa (45) Petani Padi Desa Pulau Negara menyebutkan, kondisi tanaman padi sawah yang di alami nya saat ini sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, luas sawahnya yang lebih kurang satu hektar setengah jika tidak ada rongrongan dari gangguan hama atau penyakit hasil panennya bisa mencapai 4 Ton beras. Namun akibat adanya penyakit kuning dan kerdil ditambah hama tikus dan burung pemakan padi hasil panen mereka bisa anjlok, dari perkiraan 4 ton turun menjadi dibawah 2 ton.

“Para petani disini masih bingung untuk mengatasi penyakit kerdil ini. Penyakit kerdil ini tidak mau bertumbuh kembang dan berbuah. Klo untuk burung dan tikus masih bisa kita tangani,” kata Musa Sabtu, (09/02) saat di temui di sawah miliknya.

Hal yang sama dikatakan Deni petani Padi Desa Banu Ayu BP Peliung, jika tanaman padi diserang berbagai penyakit dan serangan hama maka hasil panen menurun bahkan terkadang hasil panen tersebut hanya balik modal, untuk menutupi biaya pengeluaran pengolahan tanah, biaya tanam dan biaya pembelian pupuk dan biaya lainnya. Penyakit kuning, kerdil dan hama tikus ini menurut dia sudah seperti menjadi agenda tahunan menyerang tanaman padi. Deni menuturkan, saat ini kondisi padi sudah mulai berisi dan perkiraan nya bulan 3 sudah masuk musim panen. “Semoga kedepan permasalahan penyakit pada tanaman padi ini dapat diberikan solusi oleh pihak terkait lah. Sehingga permasalahan yang dialami petani padi seperti kami ini mendapatkan hasil panen yang maksimal,” ucapnya. (fah)

Bagikan Ini Di :