Home / OPINI / Prestasi Umat Islam Masa Lalu Sebagai Motivasi Kemajuan Di Era Sekarang

Prestasi Umat Islam Masa Lalu Sebagai Motivasi Kemajuan Di Era Sekarang

Oleh : Hibza Meiridha Badar, SH.

Dalam penjelajahan Atlas kebudayaan Umat Islam peradaban gemilangnya diawali dari pengkajian umum yang dilakukan terhadap warisan kuno klasik dan tulis Persia dan hindu, karya-karya klasik ini diteliti dan dibuktikan oleh umat islam. Kegemilangan umat islam ini beriringan dengan Al-Quran kitab suci yang mereka imani.

Pada hakikatnya perkembangan sains dan teknolgi tidak bertentangan dengan agama islam karena islam adalah agama yang rasional yang lebih menonjolkan akal dan dapat diamalkan tanpa mengubah budaya setempat.

Surat Al-Alaq 1-5 merupakan dasar sains dan teknologi dalam Islam, Allah memerintahkan kita membaca, meneliti, mengkaji, dan membahas dengan kemampuan intelektual. Surat inilah yang merangsang daya kreativitas untuk berinovasi, mengembangkan keimanan dengan rasio dan logika yang dimiliki manusia. Kewajiban membaca dan menulis menjadi interen islam dan penguasaan dan keberhasilan penelitian atas restu Allah. Surat inilah yang memungkinkan ilmuwan muslim periode klasik bersemangat melakukan penelitian dan pengamatan serta mengharap ridhonya Allah.

Sumbangan terbesar yang telah diberikan para ilmuan Arab (Islam) adalah meletakkan pelajaran tentang obat-obatan di bidang ilmiah, tidak mempercayai tahayul serta praktek-praktek tradisional yang membahayakan. Obat-obatan diyakini sebagai proses teknis yang memberikan kesembuhan. Umat islam periode klasik sangat berjaya sebagaimana ungkapan Robert briffault tentang eropa berhutang kepada islam :

“karena walaupun tidak ada satu strategipun pertumbuhan bangsa-bangsa eropa dimana pengaruh pasti peradaban islam tidak bias terjejaki, namun hal itu tidaklah sejelas dan sepenting sebagaimana dalam asal kejadian dari kekuatan yang merupakan tenaga khusus yang kekal bagi dunia modern dan sumber bagi kemenangannya ilmu alam dan semagat ilmiah.’’

‘ilmu merupakan sumbangan peradaban arab yang paling penting bagi dunia modern… tidak hanya ilmu saja yang menghidupkan kembali eropa . pengaruh-pengaruh peradaban islam lainnya pun memberikan sinar pertamanya kepada kehidupan bangsa eropa.’’

Dari pernyataan Robert Brifault diatas, kita bisa mengetahui bahwa peradaban eropa (barat) yang menjadi kiblat dunia sekarang berhutang terhadap peradaban Islam.

Kontribusi Ilmuwan Muslim Dibidang Sains

Kontribusi ilmuwan muslim dibidang sains, khususnya ilmu alam (natural science; ilmu kauniyah) amatlah besar , sehingga usaha untuk menutupinya tidak sepenuhnya berhasil yang dilakukan oleh barat. CIPSI (center for Islamic philosophical studies an information) sebuah lembaga penelitian yang dipimpin Mulyadi Katanegara telah menginventaris setidaknya ditemukan tidak kurang 756 ilmuwan muslim terkemuka yang memiliki kontribusi dalam perkembangan sains dan pemikiran filsafat. Daftar ini baru tahap awal, dan tidak termasuk di dalamnya ribuan ulama dalam ilmu-ilmu syar’iyyah.

Berikut beberapa ilmuwan muslim dan penemuannya :

Al-farghani (Meninggal tahun 860 M)

Abu Abbas Ahmad Ibn Muhammad Ibn kathir al-farghani, lahir di Farghana , Transoxiana, merupakan salah satu ilmu falak pada masa pemerintahan al-ma’mun dan yang sebelumnya. Dia menulis kitab yang berjudul kitab fi al-harakat al-samawiya wa jami ilm al-nujum, (bagian-bagian dalam ilmu falak misalnya buku tentang gerakan di angkasa).

Buku tersebut telah diterjemahkan dalam bahasa latin pada abad 12, buku tersebut juga telah mempengaruhi pemikiran para ahli ilmu falak dinegara eropa sebelum regiomentanus (ahli matematika abad 250 M/1471 H yang aslinya bernama Johan Muller). Dia mengakui teori Ptolemy yang membahas tentang ketepatanyang tidak hanya berpengaruh.

Yaqub Ibn Ishaq al-Kindi (800-873 M)

Alkindi merupakan seorang ahli filsafat, matematika, filsafat, fisika, geografi, dokter dan music. Hal yang mengejutkan ketika dia memberikan sumbangan untuk senua bidang tersebut melalui karya-karyanya dia terkenal sebagai ahli filsafat di negara Arab. al-Kindi merupakan seorang penulis yang produktif , jumlah buku yang ditulis berjumlah 241 buku.

Buku-buku tersebut dibagi sesuai dengan bidang ilmu dan perincian, bidang ilmu falak 16 judul, bidang ilmu aritmatika 11 judul, geometri 32 judl, obat-obatan 22 judul, fisika 12 judul, filsafat 22 judul, logika 9 judul, psikologi 5 judul, dan music 7 judul. Dalam bahasa latin dia dikenal dengan nama alkindus.

Thabit Ibnu Qurra (836-901M)

Thabit ibnu qurra ibn marwan al-sabi al-harrani lahir tahun 836 M di Harran sekarang Yurki. Sesuai namanya pada dasarnya ia merupakan salah satu orang yang beraliran sabian dan seorang ahli matematika Islam.

Abu al-nasr al-farabi (870-950 M)

Abu nashr alfarabi lahir di Turkistan tahun 259 H/870 M. Karya ilmiah hasil temuannya lebih dari dua ratus buku yang sebagian maslah pengobtan dan sebagiannya maslah kimia. Dia juga mempunyai karya dibidang matematika, ilmu falak, dan optic. Menurut sejarah islam kecerdasan razi tidak lagi diragukan dan semua penemuan ilmiahnya benar-benar luar biasa, namun demikian saat ini karyanya hanya tinggal beberapa. Ilmuwan besar islam ini meninggal tahun 930 m dan lukisan ar-razi menghiasi sebuah aula difakultas kedokteran di Paris.

Ibn khaldun (1332-1395 M)

Ibn khaldun merupakan bapak sosiologi dan sejarawan isla. Dia terkenal karena karyanya yang berjudul muqaddimah . ibn khaldun lahir di Tunisia 732 H. buku ibn khaldun yang berjudul muqaddimah merupakan karya agung sebagai literature di bidang filsafat dan sosiologi. Pandangan ibnu khaldun yang sangat fenomenal yaitu dalam meneliti dan menganalisa catatan sejarah ia membaginya menjadi empat pokok pikiran yaitu 1. Hubungan kejadian yang satu dengan yang lain melalui kasus dan pengaruhnya, 2. Membuat analogi antara yang telah terjadi dan akan terjadi, 3. Memikirkan pengaruhnya terhadap lingkungan , 4. Memikirkan pengaruhnya terhadap genaralisasi yang akan datang serta kondisi ekonominya.

Dari penjelasan tentang tokoh ilmuwan muslim, dapat disimpulkan bahwa ilmuwan muslim sangat berpengaruh akan perkembangan ilmu pengetahuan di era sekarang baik bidang kedokteran, astronomi, social, sosiologi dan lain-lain.

Kemampuan ilmuwan Islam bukan hanya dapat menguasai satu bidang ilmu tetapi dapat banyak menguasi bidang ilmu lainnya. Hal inilah yang membedakan antara ilmuan barat dan ilmuan muslim. Ilmuan barat terkenal kesekulerannya sedangkan ilmuwan muslim sangat agamis.

Diera sekarang prestasi umat muslim dibidang sains mengalami kemunduran, bisa dilihat peringkat pertama universitas terbaik dunia berada di barat. Menurut QS world university ranking untuk tahun 2018 peringkat pertama universitas terbaik dunia yaitu Massachusetts institute of technologi (MIT) – USA. Sedangkan universitas islam terbaik dunia Al-Azhar, Kairo Mesir tidak masuk 10 besar universitas terbaik dunia versi QS world university Ranking.

Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Prestasi umat islam dimasa lalu merupakan sesuatu hal yang sangat membanggakan, bagaimana tidak umat Islam mempunyai banyak tokoh yang memotori ilmu pengetahuan, baik itu dibidang ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan social.

Dibidang ilmu pengetahuan alam ada Ibnu sina dibidang kedokteran, alfarghani bidang ilmu falaq (astronomi), alkindi dibidang ilmu matematika. Sedangkan tokoh dibidang ilmu social diantaranya Ibnu Khladun sosiologi, imam ar-razi bidang psikologi dan masih banyak ilmuwan islam lainnya.

Menurut penulis untuk maju dan Berjaya di-era sekarang, umat Islam hanya butuh persatuan antara satu sama lain, baik itu bidang social, ekonomi dan alin-lain. Hal yang paling harus ditekankan untuk segera dilaksanakan

Umat Islam sekarang adalah mandiri secara ekonomi, karena ada adagium yang bunyinya seperti ini “Mandiri perut baru mandiri isi kepala”, jikalau sudah mandiri secara ekonomi untuk keberjayaan di sector lain Umat Islam hanya menunggu waktu saja.

 

Daftar Pustaka :

Hasan basri jumin, sains dan teknologi dalam islam tinjauan genetis dan ekologis, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2012, halaman 11

Ibid. hal 11-12

hasan ali nadwi, islam dan dunia, Bandung : penerbit angkasa,2009. Halaman 77

http://digilib.uinsby.ac.id/2394/9/Bab%202.pdf

Manda Mila-Triningsih,cendekiawan islam dari geber sampai tamerlane, Yogyakarta: kota kembang. Halaman 37

Ibid hlm 45-47

Ibid hlm 49

Ibid hlm 71

Ibid hlm 175-177

https://www.idntimes.com/life/education/try-ervina/ini-10-universitas-terbaik-dunia-versi-qs-world-university-ranking-c1c2/full