Home / DAERAH / PALEMBANG / Badko HMI Sumbagsel Kecewa Perlakuan Aparat di Bengkulu

Badko HMI Sumbagsel Kecewa Perlakuan Aparat di Bengkulu

Palembang, Pelita Sumsel-Sebanyak enam orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu terpaksa dilarikan ke dua rumah sakit untuk mendapat perawatan pasca-unjukrasa berakhir bentrok dengan aparat kepolisian di depan Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu pada selasa/18 September 2018.

Pada saat yang bersamaan 24 orang mahasiswa yang dinilai bertanggungjawab atas kericuhan pun dibawa ke Mapolda Bengkulu untuk dimintai keterangan. (19/09)

Menanggapi hal tersebut, Bambang Irawan Formatur Ketua Umum Badan HMI Sumbagsel sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan Aparat Kepolisian terhadap mahasiswa khususnya Kader HMI Bengkulu.

“Ini sebuah penghinaan dan penindasan yang amat kejam dilakukan aparat Kepolisian terhadap Aktivis Mahasiswa HMI, dan saya menduga ini pasti ada intervensi dari pemerintah kepada polisi bengkulu untuk membubarkan aksi dgn cara yang tidak manusiawi” Kecamnya

Lanjut bambang, Sampai siang hari ini ada satu kader yang harus menjalankan operasi di kakinya yang disebabkan terkena peluru tembakan dari aparat kepolisian bengkulu.
“Saya dapat informasi dari teman-teman bengkulu, kalau hari ini ada satu kader harus menjalankan operasi di bagian kaki” ucapnya

Bambang sangat kecewa atas tindakan Arogan dan Anarkis dari pihak kepolisian bengkulu terhadapa Mahasiswa HMI Bengkulu dan bambang mengataka dalam waktu dekat badko HMI sumbagsel akan berkoordinasi dengan PB HMI dan sebelas yang ada di naungan badko untuk menentukan sikap dan langkah apa yang akan diambil terhadap kejadian yang menimpa keluarga besar HMI Cabang Bengkulu.

“Apa yang dilakukan polisi bengkulu kemarin, itu sudah menciderai Demokrasi, Secepatnya kita koordinasi dengan PB, dan sebelas cabang yg ada di badko sumbagsel untuk merumuskan langkah dan sikap yang mau diambil, bila perlu nanti kita ajak semua kader yang 4 provinsi di bawah naungan badko HMI sumbagsel untuk aksi besar-besaran di Mapolda Bengkulu untuk mendesak kapolda bengkulu di ganti,” pungkasnya (ril)